(Effectivity Of Chitosan As Absorbent Material In Batik Wastewater Treatment Using Deposition And Fluidation Methods)*
By: Aditya Yudha PS, Ayu Fitri Izaki, Saptari Joan Tatra and Tika Ayu Budiarti**
![]() |
| Batik manufacture |
![]() |
| Batik wastewater |
Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang telah
diresmikan oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009. Industri batik merupakan
salah satu penghasil limbah cair yang berasal dari proses pewarnaan yang
memiliki kandungan zat warna yang tinggi. Apabila limbah
cair batik ini dialirkan langsung ke lingkungan perairan tanpa adanya
pengelolaan terlebih dahulu maka akan menurunkan kualitas lingkungan perairan
tersebut. Pengelolaan limbah cair batik tersebut dapat dilakukan menggunakan
kitosan sebagai bahan absorben.
Kitosan dapat
digunakan sebagai absorben dalam pengolahan
limbah cair
industri batik. Penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan metode pengendapan dan fluidasi. Parameter keberhasilan penelitian
ini adalah dengan menganalisis kualitas air yang meliputi pengukuran kadar zat warna menggunakan kromameter, pengukuran nilai pH dan
turbiditas menggunakan multimeter,
pengukuran DO dan BOD menggunakan DOmeter dan pengukuran kadar
logam menggunakan alat Atomic Absorben
Sperktoftometri (AAS).
Penelitian efektivitas penggunaan kitosan sebagai bahan absorben pada limbah cair batik dengan metode pengendapan dan fluidasi dilakukan dengan
berbagai konsentrasi kitosan yaitu 1,5 ppm, 15 ppm, 150 ppm, dan 1500 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan cair
dan kitosan padat dapat digunakan sebagai bahan absorben. Hal ini ditunjukkan
dengan nilai turbiditas, DO, COD, BOD dan kecerahan yang mempengaruhi perubahan
karakteristik suatu limbah cair batik, dimana terjadi peningkatan nilai
kecerahan, nilai DO serta mengalami
penurunan turbitas, BOD, dan COD setelah diberi kitosan sehingga limbah
tersebut sudah layak dibuang kelingkungan karena sudah sesuai dengan baku mutu.
Penggunakan kitosan yang efektif adalah penggunaan kitosan 15 ppm. Nilai
pH yang diperoleh dari limbah cair batik yaitu berkisar antara 8,07-8,43. Nilai
turbiditas yang diperoleh yaitu berkisar antara 0-14,8 NTU. Nilai kecerahan
yang diperoleh yaitu berkisar antara 53,14-74,86. Nilai DO yang diperoleh yaitu
berkisar antara 4,10-6,03. Nilai BOD yang diperoleh dari limbah cair batik
yaitu berkisar antara 1,93-4,4 mg/l. Nilai COD yang diperoleh dari limbah cair
batik yaitu berkisar antara 700-1000 mg/l. Hasil analisis kandungan logam
terhadap limbah cair batik menunjukkan bahwa limbah cair batik masih dalam
kondisi aman karena kandungan logamnya lebih kecil dari standar.
Before treatment --> After treatment
liquid chitosan chitosan powder fluidation equipment
Methode of study
* Penelitian ini didanai oleh DIKTI yang merupakan bagian dari PKM-Penelitian (This study funded by
Directorate General of Higher Education, Ministry of Education and Culture with
Student Creativity Program)
** Peneliti merupakan mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor 2009 (All researchers are student of Aquatic Product Technology Department, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University 2009)
For more information, please contact us at: zakia.fitriani@gmail.com




0 komentar:
Posting Komentar