Kamis, 06 Februari 2014

Efektivitas Penggunaan Kitosan sebagai Bahan Absorben pada Limbah Cair Batik dengan Metode Pengendapan dan Fluidasi*



(Effectivity Of Chitosan As Absorbent Material In Batik Wastewater Treatment Using Deposition And Fluidation Methods)*

By: Aditya Yudha PS, Ayu Fitri Izaki, Saptari Joan Tatra and Tika Ayu Budiarti**


Batik manufacture
Batik wastewater

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diresmikan oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009. Industri batik merupakan salah satu penghasil limbah cair yang berasal dari proses pewarnaan yang memiliki kandungan zat warna yang tinggi. Apabila limbah cair batik ini dialirkan langsung ke lingkungan perairan tanpa adanya pengelolaan terlebih dahulu maka akan menurunkan kualitas lingkungan perairan tersebut. Pengelolaan limbah cair batik tersebut dapat dilakukan menggunakan kitosan sebagai bahan absorben.



            Kitosan dapat digunakan sebagai absorben dalam pengolahan limbah cair industri batik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengendapan dan fluidasi. Parameter keberhasilan penelitian ini adalah dengan menganalisis kualitas air yang meliputi pengukuran kadar zat warna menggunakan kromameter, pengukuran nilai pH dan turbiditas menggunakan multimeter, pengukuran DO dan BOD menggunakan DOmeter dan pengukuran kadar logam menggunakan alat Atomic Absorben Sperktoftometri (AAS).

       Penelitian efektivitas penggunaan kitosan sebagai bahan absorben pada limbah cair batik dengan metode pengendapan dan fluidasi dilakukan dengan berbagai konsentrasi kitosan yaitu 1,5 ppm, 15 ppm, 150 ppm, dan 1500 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan cair dan kitosan padat dapat digunakan sebagai bahan absorben. Hal ini ditunjukkan dengan nilai turbiditas, DO, COD, BOD dan kecerahan yang mempengaruhi perubahan karakteristik suatu limbah cair batik, dimana terjadi peningkatan nilai kecerahan, nilai DO  serta mengalami penurunan turbitas, BOD, dan COD setelah diberi kitosan sehingga limbah tersebut sudah layak dibuang kelingkungan karena sudah sesuai dengan baku mutu. Penggunakan kitosan yang efektif adalah penggunaan kitosan 15 ppm. Nilai pH yang diperoleh dari limbah cair batik yaitu berkisar antara 8,07-8,43. Nilai turbiditas yang diperoleh yaitu berkisar antara 0-14,8 NTU. Nilai kecerahan yang diperoleh yaitu berkisar antara 53,14-74,86. Nilai DO yang diperoleh yaitu berkisar antara 4,10-6,03. Nilai BOD yang diperoleh dari limbah cair batik yaitu berkisar antara 1,93-4,4 mg/l. Nilai COD yang diperoleh dari limbah cair batik yaitu berkisar antara 700-1000 mg/l. Hasil analisis kandungan logam terhadap limbah cair batik menunjukkan bahwa limbah cair batik masih dalam kondisi aman karena kandungan logamnya lebih kecil dari standar.  


   
 Before treatment                     -->     After treatment


 
 

                 
liquid chitosan        chitosan powder        fluidation equipment

 
Methode of study

* Penelitian ini didanai oleh DIKTI yang merupakan bagian dari PKM-Penelitian (This study funded by
Directorate General of Higher Education, Ministry of Education and Culture with
Student Creativity Program)
** Peneliti merupakan mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor 2009 (All researchers are student of Aquatic Product Technology Department, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University 2009)

For more information, please contact us at: zakia.fitriani@gmail.com

0 komentar:

Posting Komentar