Minggu, 06 April 2014

BISKUIT MAKRON KENARI TULANG IKAN SEBAGAI ALTERNATIF JAJANAN BERGIZI

Anak-anak suka sekali jajan. Mereka lebih menyukai jajanan ringan daripada jajanan berat. Nah, jajanan yang satu ini dapat menjadi dartar menu makanan penambah gizi anak-anak, yaitu biscuit makron kenari dari tepung tulang ikan tuna.

Tulang ikan tuna merupakan limbah hasil perikanan yang belum mendapat perhatian dari pemerintah dan industry perikanan. Tulang ikan banyak mengandung kalsium fosfat sebanyak 14 % dari total susunan tulang, sisanya merupakan unsur lain seperti magnesium, natrium, dan fluorida. Kandungan mineral terutama kalsium dan fosfordalam tepung tulang ikan masing-masing sekitar 163,38 mg/ g bkdan 6,25 mg/g bk sehingga dapat menjadi salah satu alternatif sumber mineral yang harganya relatif mudah dibandingkan susu yang terlampau mahal untuk dijangkau masyarakat. Tepung tulang yang dibuat dari ikan tuna memiliki kandungan kalsium 13,19 %, fosfor 0,81 %, natrium 0,36 %, dan zat besi 0,03 %.
Salah satu jenis kue kering yang sangat digemari di kota Ternate adalah makron kenari. Untuk menambahkan nilai gizi pada makron kenari, maka beberapa peneliti telah melakukan penambahan tepung tulang ikan tuna ke dalam produk makron kenari, sehingga dapat menjadi alternatif sumber pemenuhan kalsium dan fosfor.
Pembuatan tepung tulang ikan tuna terdiri dari pembersihan, pengecilan ukuran, pencucian, perebusan, pencucian, dan pembersihan kembali. Perebusan dilakukan selama 12 jam, dan setiap 4 jam pertahap tulang ikan dicuci dan dibersihkan dari lemak dan kotoran yang menempel setelah itu tulang ikan direbus kembali sampai 3 tahap dengan suhu 100°C. tahap selanjutnya adalah perebusan tulang ikan dengan menggunakan media perebusan berbeda yaitu air, asam asetat, dan asam klorida selama 30 menit kemudian tulang ikan dicuci kembali hingga bersih dan dilakukan perebusan dengan menggunakan autoklaf, dioven pada suhu 60°C selama 8 jam dan tulang ikan ditepungkan menggunakan disk mill dan diayak dengan ukuran 100 mesh.
Bahan yang digunakan untuk pembuatan makron kenari adalah tepung terigu, hancuran kenari, telur, metega, gula, dan bubuk vanili. Langkah-langkah pembuatan makron kenari adalah sebagai berikut: kuning telur, mentega, dan gula diaduk secara merata sampai adonan memutih, setelah itu tambahkan tepung terigu, hancuran kenari, bubuk vanili dan tepung tulang ikan tuna. Diaduk merata sampai terbentuk adonan. Kemudian adonan dibentuk menjadi makron kenari sesuai ukuran dan dipanggang dalam dua tahap yaitu pada suhu 160°C selama 5 menit dan pada suhu 135°C selama 20 menit, ini bertujuan untuk menghindari tingkan kegosongan.  Setelah itu makron kenari diangkat dan didinginkan pada suhu ruang dan dimasukkan ke dalam toples untuk disajikan.
Makron kenari yang diberi penambahan tepung tulang ikan tuna memiliki nilai kalsiun yang tinggi bila disbandingkan dengan makron kenari komersial yang tidak diberi tambahan tepung tulang ikan tuna.
Berikut infotmasi nilai gizi makron komersian dengan makron kenari yang telah diberi tepung tulang ikan tuna menurut Maulida (2005):
Makron kenari komersial
Takaran saji (6  keping) : 36 gr
Energi 428,66 kkal
Gizi                                         %AKG
Ca: 40,63 mg                           5,08%
P : 82,65 mg                            13,77%
Protein : 2,42 g                        4,03%
Lemak : 11,52 g                      13,55 %
Makron kenari setelah penambahan tepung tulang ikan tuna
Takaran saji (6  keping) : 36 gr
Energi 426,19 kkal
Gizi                                         %AKG
Ca: 144,40 mg                         18,24%
P : 214,91 mg                          35,82%
Protein : 2,48 g                        4,15%
Lemak : 11,19 g                      13,16 %
Setelah melihat nilai gizi yang terkandung di dalam biscuit makron kenari yang telah ditambah  tepung tulang ikan tuna, apakah anda tertarik mencobanya?? Makron kenari ini bisa menjadi salah satu alternatif cemilan yang memiliki nilai gizi yang tinggi terutama kalsium bagi pertumbuhan tulang dan gigi anak.

Sumber :
Maulida Nurul. 2005. Pemanfaatan Tepung Tulang Ikan Tuna Madidihang  (Thunnus albacores) sebagai Suplemen dalam Pembuatan Biskuit (Crackers). Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB, Bogor.
Bisa dicari di link: http://repository.ipb.ac.id 

0 komentar:

Posting Komentar