Rabu, 14 November 2012

Mercusuar



Drawn and Photographed By @IzakiIyuu
(Please don't be copied and imitated)

Kulihat bangunan tinggi itu
Tampak kokoh berkilatan di tengah gulita
Di tempat inilah kusunggingkan namamu dalam awan kelabu
Tak kutahu bagaimanakah keadaanmu
Bahagiakah kau? Apakah di sana ada bangunan ini? Mercusuar?
Disini jualah kita bertemu
Kau selalu menungguku
Dalam diammu di bangunan yang diam itu
Habis lelahku
Karena kulihat cahayamu
Kau seperti penerang dan petunjuk
Seakan-akan orang tak akan tersesat dibuatnya
Bak bangunan itu
Mercusuar itu
Akulah sang pengail
Pergi malam pulang pagi
Kau selalu datang
Menyunggingkan senyum penuh kilauan
Membuatku merasa kenyang
Menyantap makanan buatanmu
Mercusuar itu jadi simbol
Keheningan rasa
Memantapkan asih
Kau yang warga baru di sini
Kutahu ayahmu adalah petugas di bangunan itu
Bangunan yang berjasa bagi kami
Mercusuar itu
Kutahu kau kesini
Lau ku diam-diam menatapmu
Kau seperti merasa
Kau melihatku dan tersenyum
Setelah itu, kita selalu berjanji bertemu di sini
Di pagi buta
Walau kita tahu mentari akan mengalahkan cahaya mercusuar itu
Tetap saja kita mengagungkannya
Karena hanya tempat inilah kita dapat bertemu
Selepas aku mencari ikan-ikan
Ayahmu seperti tak suka kepadaku
Seperti tak mengizinkan kita
Maka aku selalu berusaha keras untuk mendekatinya
Aku sangat kagum kepada ayahmu
Tidak mudah untuk menjadi petugas mercusuar
Dari kota harus rela hidup di pulau kecil ini
Yang minim fasilitas
Minim bantuan pemerintah
Minim cahaya
Hanya mercusuarlah yang sangat bercahaya
Sangat berjasalah jua mercusuar bagi kami para nelayan
Agar tak tersesatlah kami
Petunjuk maupun penerang
Maka sangat berjasalah pula orang yang bertugas di dalamnya
Berterimakasihlah kami wahai kau dan yang di dalam
Mendekati ayahmu perlahan
Bak batu yang sulit dipecahkan
Apa kau tahu bagaimanakah aku
Sekuat tenaga merayu membujuk
Agar kita mendapat restu
Berhari-hari
Berbulan-bulan
Sepertinya ku putus asa
Tapi kau selalu tersenyum
Hilanglah rasa menyerahku
Bangkitku lagi
Dan ternyata
Sepertinya ayahmu melihat kegigihanku
Sepertinya dia berdecak kepadaku
Hamper saja izin itu di dapat
Bahaya itu datang kepadamu
Aku tak bisa melawannya
Melawan arus
Melawan ombak
Yang menenggelamkanmu yang menghanyutkanmu
Tsunami itu mencengkerammu juga keluargamu
Dan entah mengapa dia tidak mencengkeramku
Kenapa kau?
Aku merutuki diriku
Kenapa aku dan mercusuar itu yang selamat? Bukan kau?
Kenapa kau yang hilang? Bukan mercusuar?
Sama-sama bercahaya
Member I petunjuk juga penerang
Di sana kau harus datang menemui mercusuar
Dan apakah harus kuagungkan sekali lagi mercusuar ini?
(_Izaki)
171012-22:07

0 komentar:

Posting Komentar