Drawn and Photographed By @IzakiIyuu
(Please don't be copied and imitated)
Di suatu ruang hampa gelap yang tiba-tiba bercahaya————-
Entah aku sedang terlelap atau ini fakta, tapi seorang bidadari
muncul di hadapanku. Ia mengenakan gaun putih bercahaya, cantik nan
jelita parasnya, putih nan halus kulitnya. Namun wajahnya tampak suram.
Aku pun bertanya, “Wahai bidadari mengapa kau tampak suram?”
Bidadari menjawab, “Aku sedang menanti seseorang dari kaummu untuk
menemaniku bermain-main di Taman Surga. Namun orang itu tak kunjung
tiba.”
“Memang bagaimana kriteria seseorang yang kau idamkan itu bidadari?” Aku kembali bertanya.
“Seseorang yang berwajah tampan.”
“Bukankah di bumi ini banyak sekali yang berwajah tampan?”
Aaahh…. Kudengar bidadari itu mendesah.. Aku tak mengerti mengapa
bidadari sangat susah mencari pendampingnya. Dia kelihatan begitu
bersedih.
“Iya, memang banyak yang berwajah tampan tapi tak banyak yang berhati
emas. Aku sedang mencari seorang yang berwajah tampan sekaligus berhati
emas.”
“Waah kayak barang langka saja.” Aku tertawa. “Yang berhati emas seperti apa bidadari?”
“Ialah seseorang yang memiliki cinta, terutama sekali yang mencintai
Sang Pemilik Cinta. Dia juga harus mencintai keluarganya, kerabatnya,
saudaranya, sesama kaummnya. Dia juga harus mencintai makhluk lain
selain manusia. Dan dengan cinta itu hidupnya diselimuti oleh kedamaian
dan ketentraman. Dan dengan cinta itu dia akan dicintai oleh Sang
Pemilik Cinta, dicintai sesamanya, dan dicintai oleh makhluk lain. Dan
aku pun akan tulus mencintainya karena ia mencintai Sang Pemilik Cinta.
Benar kata anda, orang tampan berhati emas seperti barang langka.”
Bidadari tertawa renyah, menampakkan giginya yang putih bersih dan rapi.
Benar-benar menawan. Aku terpesona dibuatnya. Dia begitu indah.
“Jadi, seseorang yang punya cinta ya bidadari. Memang dengan cinta
dunia akan damai. Dengan cinta…aah semua begitu indah. Aku risau
bidadari, sepertinya cinta sudah menguap sirna dari bumi ini karena
terlalu banyak konflik di buni ini. Terlalu complicated. Aku sudah lelah mendengarnya..Huufphtt..” Aku memberi jeda. Kami sama-sama terdiam : merenung.
“Aku punya cinta bidadari.” Suaraku memecah keheningan. “Juga cinta
kepada Sang Pemilik Cinta. Tapi aku tidak tampan malah sudah tua begini.
Mana mau bidadari sama aku? Bukannya bidadari menginginkan seseorang
yang tampan??” Aku tertawa.
Bidadari tersenyum manis, “Aku mau mengubah wajahmu menjadi tampan
dan kelihatan muda. Aku juga tau kau berhati emas. Namun kau harus mau
aku ajak sekarang merajut cinta di taman penuh cinta yang tulus nan
suci. Apakah kau bersedia?”
“Dengan senang hati saya bersedia bidadari.” Aku tersenyum tulus.
“Baikalah, sekarang pejamkan matamu.” —————–
Seketika itu pria yang berwajah jelek dan sudah tua berubah menjadi
seorang pria muda tampan. Namun setelah perubahan itu, jiwanya
seakan-akan ditarik halus oleh tangan lembut bidadari. Bidadari
mengajaknya pergi ke taman surga dan meninggalkan bumi yang penuh
konflik. Pria itu tidak tahu-menahu bahwa bidadari telah merencanakan
pertemuan ini.
By : IYU IZAKI


0 komentar:
Posting Komentar